Daftar Isi
ToggleHarga saham ITMG sepanjang tahun 2025 ini masih tertekan, dimana mencatatkan penurunan sebesar 16%. Penurunan harga saham ITMG sendiri disebabkan oleh katalis harga batubara yang masih tertekan ditahun ini, dimana harga batubara sepanjang tahun 2025 ini masih turun 12% yang saat ini diperdagangkan pada level USD 105 – 110 per ton, bahkan pada bulan April 2025 kemarin sempat turun hingga USD 93,7 per ton. Penurunan harga batubara ini tentu saja menjadi perhatian investor saham batubara termasuk investor ITMG. Memang bagaimana prospek ITMG ke depannya dengan harga batubara yang masih tertekan ini?
Penurunan harga batubara tahun 2025 ini salah satunya disebabkan karena kondisi ekonomi China yang sedang kurang baik, dimana masih terjadi krisis. Perlu diketahui, bahwa China merupakan produsen dan konsumen batubara terbesar di dunia. Dari data sementara International Energy Agency, pada tahun 2023 produksi batubara China mencapai 4,61 miliar ton yang berkontribusi sebesar 51% dari total produksi global, dengan konsumsinya mencapai 4,88 miliar ton atau berkontribusi sebesar 56% dari konsumsi batubara global.
Sehingga ketika ekonomi China kurang bagus, maka permintaan batubara di China akan melemah dan memprioritaskan penggunaan dari produksi batubara-nya sendiri. Ketika permintaan dari negara dengan kontributor terbesar dunia turun, maka sudah sewajarnya jika harga batubara ikut melemah. Sebenarnya ini juga berlaku untuk negara lain, ketika ekonominya sedang kurang bagus, maka permintaan batubara juga berpotensi melemah, dimana batubara sendiri digunakan salah satunya untuk pembangkit listrik.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) merupakan perusahaan tambang batubara termal yang sudah didirikan sejak tahun 1987. Perusahaan menghasilkan produk batubara dengan kalori sekitar 4.300 kkal/kg – 6.300 kkal/kg. Batubara yang dihasilkan oleh ITMG berasal dari anak usahanya, yang semuanya berlokasi di Kalimantan. Anak usahanya yang memproduksi batubara tersebut ada PT Indominco Mandiri, PT Trubaindo Coal Mining, PT Bharinto Ekatama, PT Jorong Baturama Greston, PT Graha Panca Karsa, dan PT Tepian Indah Sukses. Kemudian ada satu anak usaha lainnya yang belum berproduksi, sedangkan satunya lagi sudah tahap pasca tambang. Perusahaan juga punya bisnis jasa energi, kemudian energi terbarukan, dan lainnya.
Posisi Q1 2025, pemegang saham terbesar ITMG adalah Banpu Minerals (Singapore) Pte. Ltd. yang mempunyai kepemilikan hingga mencapai 65,14%. Kemudian ada direksi dan komisaris yang juga memiliki saham ITMG, tapi kepemilikannya secara persentase sedikit. Sedangkan untuk masyarakat mempunyai kepemilikan hingga 34,73%.
Pada tahun 2024, ITMG memiliki volume produksi sebesar 20,2 juta ton, lebih tinggi jika dibandingkan dengan posisi tahun 2023 yang mencapai 16,9 juta ton. Sedangkan volume penjualannya berhasil naik ke level 24 juta ton, juga lebih tinggi dengan volume penjualan tahun 2023 yang sebesar 20,9 juta ton.
Volume produksi hingga Q1 2025 untuk ITMG berhasil mencapai 5,3 juta ton, yang mencatatkan kenaikan 7% jika dibandingkan dengan posisi Q1 2024. Sedangkan secara qoq dibandingkan Q4 2024, mencatatkan kenaikan 2%. Untuk volume penjualan ada kenaikan cukup tinggi mencapai 18% secara yoy menjadi 5,9 juta ton, sedangkan untuk qoq ada penurunan sebesar 15%.
Jika melihat volume penjualan ITMG posisi Q1 2025, mayoritas penjualan ITMG adalah ekspor, untuk penjualan di dalam negeri sendiri mencapai 32%, kemudian ekspor ke China mencapai 28%, Jepang 16%, India 12%, dan beberapa negara lain. Volume penjualan tahun 2025 ini ditargetkan oleh perusahaan bisa mencapai 26,3 juta ton – 27,4 juta ton, atau ada kenaikan sebesar 10% – 14% dibandingkan tahun 2024 kemarin.
Indikasi penjualan batubara ITMG untuk full year 2025 terbagi menjadi tiga, yaitu Indexed (50%) yang berarti penjualan dilakukan dengan harga mengikuti indeks pasar, Fixed (27%) berarti penjualan dengan harga tetap yang sudah dikunci melalui kontrak, dan Unsold (23%) yang merupakan volume batubara yang belum memiliki kontrak penjualan. Dari sisi produksi, tahun 2025 ini ITMG memiliki target produksi mencapai 20,8 juta ton – 21,9 juta ton, atau ada kenaikan 3% – 8% dibandingkan tahun 2024.
Untuk harga jual rata-rata batubara ITMG, pada Q1 2025 mencapai USD 80,7 per ton, yang dimana ini turun 17% jika dibandingkan dengan Q1 2024. Sedangkan secara kuartalan atau dibandingkan Q4 2024, ada penurunan sebesar 13%.
Terkait beban perusahaan, untuk strip ratio Q1 2025 mencapai 8,8x yang ada penurunan dari sebelumnya pada Q1 2024 sebesar 10,6x. Dengan turunnya strip ratio ini membuat perusahaan pastinya mencatat biaya yang lebih murah, karena untuk memperoleh 1 ton batubara hanya butuh mengeruk 8,8 ton tanah, sedangkan sebelumnya mencapai 10,6 ton tanah. Perusahaan juga mencatatkan penurunan pada beban royalti-nya.
Pendapatan perusahaan pada Q1 2025 mencatatkan penurunan sebesar 1%, dari sebelumnya sebesar USD 489 juta menjadi USD 482,5 juta. Penurunan ini karena harga jual rata-rata perusahaan yang turun hingga mencapai 17% tadi. Sedangkan untuk laba kotor perusahaan ada kenaikan sebesar 13%, dari sebelumnya USD 119,3 juta menjadi USD 135,3 juta.
Untuk laba bersihnya, perusahaan berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 5% dari sebelumnya sebesar USD 61,6 juta menjadi USD 64,9 juta.
Kenaikan laba bersih tersebut utamanya disebabkan karena biaya penambangan perusahaan yang turun, yang berasal dari turunnya strip ratio tadi.
Secara historinya, kinerja ITMG cukup volatile sesuai dengan kondisi harga batubara saat itu, seperti halnya tahun 2022 yang dimana pendapatan perusahaan berhasil naik signifikan hingga mencapai USD 3,6 miliar, sedangkan laba bersihnya naik hingga USD 1,2 miliar. Harga batubara tahun 2022 sendiri mencapai level tertinggi sepanjang masa, yang mencapai USD 439 per ton.
Namun setelah tahun 2022, kinerja perusahaan makin menurun hingga tahun 2024, yang masih sejalan juga dengan turunnya harga batubara. Untuk tahun 2025 ini kami proyeksi ada kenaikan laba bersih untuk ITMG sebesar 5% meskipun harga batubara masih tertekan, terdorong oleh strip ratio yang menurun sejalan dengan kinerja Q1 2025.
Dari sisi asetnya, perusahaan memiliki kas dan setara kas yang besar mencapai USD 1,06 miliar, atau berkontribusi sebesar 43% jika dibandingkan dengan total aset ITMG sebesar USD 2,45 miliar. Hal ini juga menjadi penyebab dividen yang dibagikan ITMG itu besar.
Yang terbaru ITMG juga telah melakukan pembelian saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), dimana perusahaan ini bergerak di bisnis nikel. Pembelian tersebut mencapai 585.000.000 lembar saham (9,62%) dengan harga saham Rp438, sehingga nominal pembelian yang dilakukan oleh ITMG tersebut mencapai Rp256,2 miliar yang setara USD 15,5 juta. Pembelian tersebut secara nominal sangat jauh jika dibandingkan dengan total aset perusahaan. Namun pembelian tersebut tetap bagus karena perusahaan sedang melakukan diversifikasi bisnis-nya.
Untuk liabilitasnya, perusahaan memiliki hutang buruk yang tidak terlalu besar. Dimana hutang buruk ini isinya hutang bank dan obligasi. Hutang buruk menimbulkan beban keuangan yang bisa menggerus laba bersih perusahaan, dan biasanya berpotensi menyebabkan pailit saat perusahaan tidak bisa membayar hutangnya ini. Sehingga hutang buruk ini wajib untuk diwaspadai. Hutang buruk ITMG sendiri berasal dari hutang bank, dimana untuk hutang buruk jangka pendek yang masuk dalam bagian liabilitas jangka pendek sebesar USD 7,6 juta, dengan total hutang buruknya mencapai USD 54 juta, angkanya sangat jauh jika dibandingkan dengan kasnya tadi, sehingga hal ini memperlihatkan kalau seluruh hutang buruk perusahaan bisa dibayar dengan kas-nya saat ini.
Untuk ekuitasnya, perusahaan mencatatkan kenaikan sebesar 3% menjadi USD 1,98 miliar, sehingga DER perusahaan saat ini mencapai 2,7% saja, yang tentu saja dalam kondisi yang aman dan sehat
Dari sisi arus kas operasi, perusahaan masih mencatatkan arus kas operasi yang positif sebesar USD 46 juta, meskipun ada penurunan sebesar 55% dari sebelumnya yang mencapai USD 101,7 juta, namun kondisi ini tetap bagus karena masih positif, apalagi ITMG juga memiliki kas yang sangat besar.
Dari sisi valuasi harga saham, proyeksi ROE tahun 2025 ini mencapai 19,75%, kemudian dengan harga saham Rp22.550 itu menunjukkan valuasi PBV sebesar 0,8x dan PER 4x, level PBV ini menjadi terendah kedua sejak 2013, dimana tahun 2015 saat itu mencapai PBV 0,56x, namun yang perlu menjadi perhatian adalah ROE tahun 2015 hanya mencapai 7,56%, sedangkan proyeksi ROE tahun 2025 jauh lebih tinggi.
Jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya juga cukup jauh, seperti tahun 2019 dan 2020 yang dimana ROE-nya masih dibawah proyeksi tahun ini, tapi PBV-nya saat itu diatas 1x.
Dividen ITMG secara historinya sangat besar, pada tahun 2024 kemarin untuk dividen per saham mencapai Rp3.473, jika dibandingkan harga saham akhir tahun 2024 yang mencapai Rp26.700, maka dividen yield-nya sebesar 13%.
Dalam beberapa tahun terakhir, dividen payout ratio ITMG mencapai 65%. Jika laba bersih perusahaan pada tahun 2025 ini bisa mencapai USD 392,8 juta, dan membagikan dividen dengan payout ratio berkisar yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya sebesar 65%, maka dividen ITMG berpotensi bisa mencapai USD 255,3 juta, atau setara dengan dividen per saham sebesar Rp3.636. Dengan harga saham ITMG yang saat ini menyentuh level Rp22.550, maka dividen yield-nya berpotensi mencapai 16%, tentu saja ini tergolong dividen yield yang jumbo.
Dengan semua penjelasan tadi, bagaimana menurutmu dengan harga saham ITMG saat ini?
Dapatkan akses eksklusif ke Value Investing Mastery dan The Investor’s Portfolio untuk strategi investasi terbaik, analisis saham mendalam, serta peluang meraih bagger pertama Anda!
🔹 Analisis saham premium
🔹 Template kinerja portofolio
🔹 Kelas bulanan dengan mentor ahli
Gabung sekarang di 👉 valueinvestingmastery.id dan mulai investasi dengan lebih percaya diri! 🚀