fbpx

Harga Ayam Turun, Analisa Kinerja Saham CPIN

Sebelum ke pembahasannya jangan lupa download gratis ebook 5 saham undervalue yang sudah kami analisa dengan klik gambar dibawah ini. Sudah banyak orang mendapatkan manfaat dari ebook ini dan sudah terbukti banyak orang mendapatkan keuntungan return investasi dari membaca ebook ini GRATIS.

Pengantar

Dalam investasi saham, memahami kinerja perusahaan dan prospeknya merupakan kunci keberhasilan bagi para investor. Salah satu perusahaan yang menjadi sorotan adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), yang menghadapi tantangan signifikan pada kuartal terakhir tahun 2023. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas dampak dari penurunan harga ayam dan kenaikan harga jagung terhadap kinerja CPIN.

Kinerja PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) masih terbayangi kenaikan harga jagung dalam negeri. Melonjaknya harga jagung pakan ternak dan turunnya harga jual ayam di akhir tahun 2023 kemarin menjadi katalis yang kurang baik. Pada kuartal keempat tahun 2023 kemarin, harga ayam broiler mengalami pelemahan, yang kita ketahui bahwa pendapatan terbesar CPIN berasal dari penjualan ayam pedaging.

Kemudian penjualan terbesar kedua CPIN berasal dari pakan ternak, di mana jagung menjadi bahan baku terbesarnya, dan pada akhir tahun 2023, harga jagung untuk pakan ternak dalam negeri mengalami kenaikan cukup signifikan, hal ini membuat harga saham CPIN sempat tertekan di akhir tahun 2023 hingga bulan Januari 2024 kemarin dan bulan Februari 2024 ada kenaikan meskipun tidak terlalu banyak.

Lalu bagaimana prospek kinerja dari CPIN karena kondisi tersebut? Sebelum lanjut ke pembahasannya, kita akan review dulu bisnisnya.

Read More  Strategi Temukan Saham Berpotensi Cuan 400%

 

Profil Perusahaan

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) didirikan dengan nama PT Charoen Pokphand Indonesia Animal Feedmill Co. Limited, pada tahun 1972. CPIN mempunyai beberapa segmen usaha. Untuk penjualan CPIN, segmen dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen ayam pedaging, kemudian pakan ternak, ayam olahan, anak ayam usia sehari (DOC), dan segmen lain-lain seperti kemasan, peralatan peternakan, dan penjualan lain-lain. Perusahaan listing di Bursa sejak tanggal 18 Maret 1991.

PT Charoen Pokphand Indonesia Group adalah pemegang saham CPIN terbesar yaitu sebesar 55,53%, kemudian untuk sisanya sebesar 44,47% dimiliki oleh publik.

Neraca Perusahaan

Pada kuartal ketiga tahun 2023, perusahaan memiliki kas sebesar Rp 3,2 triliun atau sekitar 7,7% dari jumlah asetnya. Sedangkan untuk hutang buruk jangka pendek yang dimiliki perusahaan sebesar Rp 6,9 triliun. Jadi, di sini ada gap terkait kas dan hutang buruk jangka pendeknya, perusahaan sendiri mencatat arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 2,49 triliun dan memiliki piutang usaha sebesar Rp 2,5 triliun. Namun piutang usaha ini tentu saja kita tidak tahu apakah benar-benar bisa tertagih semua. Jadi, masih cukup berisiko untuk hutang buruk jangka pendeknya ini. Sedangkan untuk hutang buruk secara keseluruhan sebesar Rp 8,7 triliun dengan ekuitas perusahaan sebesar Rp 29 triliun memperlihatkan rasio DER sebesar 30% yang ini masih cukup aman, yang perlu kita perhatikan kedepannya adalah dari sisi hutang buruk jangka pendeknya ini.

Kinerja Perusahaan

Kemudian untuk kinerja operasional CPIN pada kuartal ketiga tahun 2023 kurang bagus. Untuk penjualan netonya naik 8,4% menjadi Rp 47,1 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 43,4 triliun. Kemudian karena meningkatnya beban pokok penjualan membuat laba brutonya turun tipis 0,1% menjadi Rp 6,91 triliun dari sebelumnya Rp 6,92 triliun.

Seperti yang dijelaskan di awal tadi, penjualan perusahaan paling besar berasal dari ayam pedaging yang berkontribusi sebesar 51,8% sendiri dari total penjualan netonya, kemudian ada pakan berkontribusi 27%, dan sisanya ada ayam olahan, anak ayam usia sehari, dan lain-lain.

Lalu bagaimana prospek kinerja CPIN di kuartal keempat tahun 2023 kemarin?

Kami menggunakan data harga ayam broiler yang kita peroleh dari simponiternak.pertanian.go.id, kalau kita lihat harga rata-rata di kuartal ketiga tahun 2023 itu berkisar Rp 22.702. Sedangkan di kuartal keempatnya turun dengan harga rata-rata sebesar Rp 21.709. Dan dengan pendapatan terbesar CPIN berasal dari penjualan ayam pedaging. Hal ini memperlihatkan kondisi kurang baik untuk kinerja pada kuartal keempat tahun 2023.

Kemudian tadi penjualan CPIN urutan kedua terbesar dari pakan ternak, dimana jagung adalah bahan baku terbesar. Dari sumber badan pangan nasional, di akhir tahun 2023 harga jagung untuk pakan ternak mengalami kenaikan cukup signifikan, di mana pada awal bulan Juli 2023 harga jagung pakan ternak berada di level 6.310 kemudian terus menanjak, sampai posisi akhir bulan Desember 2023 itu berada di level 7.350. Hal ini disebabkan karena kekeringan akibat El-Nino sehingga pasokan jagung pakan ternak dalam negeri menjadi terbatas.

Dengan kemungkinan naiknya harga jagung yang akan menjadi penyebab meningkatnya beban perusahaan. Hal tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya penurunan kinerja secara kuartalan di kuartal keempat tahun 2023 dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun 2023.

 

Kesimpulan

Berdasarkan data di atas, memperlihatkan jika harga jagung pakan ternak dalam negeri mengalami kenaikan ke level Rp 8.560-an di bulan Februari 2024. Sedangkan harga rata-rata ayam broiler pada awal tahun 2024 ada kenaikan menjadi Rp 22.550 dibandingkan kuartal keempat tahun 2023. Jadi tahun 2024 ini masih terbayangi naiknya harga jagung pakan ternak dalam negeri. Harapannya untuk harga ayam pedaging di tahun 2024 meningkat, dan harga jagung turun yang mana ini akan membuat kinerja CPIN bisa meningkat di tahun 2024 ini.

Read More  3 Saham Poultry Menarik Untuk Investasi Saat Ini

Saat ini harga saham CPIN berada di level Rp 4.710/lembar saham. Atau sudah turun 6,2% di sepanjang tahun 2024 ini. Dengan harga tersebut menunjukkan valuasi PBV sebesar 2,66x dan PER 21,9x.

Ingin mendapatkan lebih banyak wawasan tentang investasi saham? Bergabunglah dengan program Value Investing Mastery sekarang juga. Klik gambar di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.