Taking too long? Close loading screen.

The Investor's Portfolio

Mau Tahu Rahasia Portfolio dari Erose Perwita Sekaligus Mengetahui Alasan Beli Sahamnya?

Atau Mau Tahu Juga Rekomendasi Stockpick untuk Investasi Anda?

Lewat The Investor’s Portfolio, Anda hanya memerlukan waktu 15 menit saja dalam sebulan, untuk meningkatkan hasil investasi Anda. Berinvestasi di pasar modal menjadi simpel dan menyenangkan. Anda tidak lagi diliputi rasa cemas dengan apa yang terjadi di pasar.

Apa itu The Investor's Portfolio?

The Investor’s Portfolio merupakan BOCORAN LIST PORTFOLIO yang saya miliki.

Anda akan mengetahui saham apa saja yang saya miliki, serta alasan kenapa saham itu saya beli.

Sehingga Anda bisa mendapatkan tambahan referensi dari hasil analisa yang saya lakukan.

Hanya dengan melihat The Investor’s Portfolio, akan mempermudah langkah investasi Anda.

Kenapa harus The Investor's Portfolio?

Pengalaman Bagger di BBRI

Tahun 2015 dimana saat itu terjadi crash akibat tappering yang dilakukan AS membuat market saham – saham di Indonesia berjatuhan. Tidak terkecuali BBRI. Waktu itu BBRI diperdagangkan pada harga 7500 – 8000 (sebelum stocksplit 1:5 tahun 2017) dan kami memutuskan membeli BBRI di range harga tersebut. Setelah stocksplit harga BBRI kami menjadi sekitar 1800an. Kami menjual BBRI pada akhir tahun 2018 dengan keuntungan diatas 100%.

Pengalaman Multibagger di PPRO (200%)

Di tahun 2016, saat itu PPRO adalah perusahaan yang baru listing dibursa. Dengan pertumbuhan kinerja yang luar biasa saat itu dan harga sahamnya masih undervalue saya memutuskan membeli PPRO. Waktu itu saya masuk beberapa kali dirange harga 400 – 450. Di tahun 2017 sebelum saham PPRO melakukan stocksplit 1:4 kami menjual PPRO di kisaran harga 1300. Profit 200% dalam waktu 1 tahun.

Pengalaman Bagger di MTDL

Awal tahun 2018, saat itu saya menemukan saham MTDL dimana waktu itu kinerja MTDL termasuk bagus dengan pertumbuhan diatas 15% dan harga saham waktu itu masih dihargai 0,8x PBV. Saya memutuskan masuk di MTDL saat harganya dikisaran 600an. Tahun 2019 dimana kinerja MTDL makin tumbuh lagi membuat harga sahamnya naik cukup signifikan. Saya melepas MTDL di kisaran harga 1200an (profit 100%). Walaupun akhirnya saya menyesal karena saya menjual MTDL terlalu cepat. Bisa dibayangkan jika saya masih menghold MTDL sampai sekarang, profit saya bisa mencapai 400% dalam 3,5 tahun.

Pengalaman Bagger di AALI

Tahun 2020 saya mengulas mengenai saham AALI di channel youtube saya. Kebetulan saya juga membelinya. Saat laporan keuangan keluar AALI membukukan kinerja yang luar biasa. Kenaikan pendapatan maupun laba bersih yang signifikan membuat saya melirik saham ini. Dengan rasio PBV hanya 0,6x membuat saham ini sangat murah. Saya membeli AALI pada harga 6.100an. Pada akhir tahun saya menjual AALI di kisaran harga 12.000an. Profit dari AALI mencapai 90 – 100% dalam waktu sekitar 6 bulan.

Pengalaman UNTR Profit 83%

Tahun 2020 lalu saya juga mengulas saham UNTR di channel youtube saya. Sayapun masuk di UNTR. Waktu itu saya masuk di kisaran 13.000an. Di tahun 2021 ini saya menjual UNTR di kisaran harga 23.000an sehingga profit saya sekitar 73%. Jika ditambah dengan dividen maka profit saya di UNTR sebesar 85%an.

PERLU DIPERHATIKAN bahwa tidak ada jaminan kinerja dari portfolio ini akan lebih baik dari target yang saya tetapkan, khususnya dalam jangka pendek. Floating Loss jangka pendek tidak akan menjadi perhatian penting dalam The Investor’s Portfolio. The Investor’s Portfolio ini dibuat untuk bisa menghindari terjadinya permanent loss dan memenuhi target untuk mengalahkan IHSG.

Apa saja yang Anda dapatkan jika Berlangganan The Investor's Portfolio?

  1. Portfolio saham yang sudah saya perhitungkan
  2. Mengetahui harga entry saat membeli saham
  3. Mengetahui presentase keuntungan yang saya dapatkan.
  4. UPDATE perhitungan portfolio sebulan sekali
  5. Tersedia REKOMENDASI stockpick pilihan setiap bulannya
  6. Holding time periode yang saya gunakan, minimal 1 tahun

Kenapa Harus 1 Tahun?

Karena time horizon yang digunakan dalam berinvestasi saham secara jangka panjang, minimal 1 tahun. Dengan waktu 1 tahun kinerja perusahaan akan terlihat, sehingga investasi Anda bisa terukur.

Berapa biaya berlangganannya?

Rp 1.500.000/tahun

Dan jika Anda join saat hari launching, Anda akan mendapatkan harga special sebesar

Rp 1.000.000/tahun saja

Sehingga Anda HANYA mengeluarkan biaya Rp 125.000 per bulan. lebih terjangkau dari uang beli kopi Anda.

JOIN WAITING LIST SEKARANG!

Copyright © 2021 TheInvestor.id