fbpx

Rahasia Sukses Menyusun Portofolio Saham: Strategi Alokasi Dana untuk Profit Konsisten Setiap Tahun

Temukan strategi cerdas dalam menyusun portofolio saham, alokasi dana, dan money management. Panduan investasi bagi pemula dengan rebalancing portofolio dan strategi jangka panjang

Sebelum ke pembahasannya jangan lupa download gratis ebook 5 saham undervalue yang sudah kami analisa dengan klik gambar dibawah ini. Sudah banyak orang mendapatkan manfaat dari ebook ini dan sudah terbukti banyak orang mendapatkan keuntungan return investasi dari membaca ebook ini GRATIS.

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana mengoptimalkan portfolio saham Anda agar mampu mengalahkan pasar dengan konsistensi setiap tahun? Beberapa waktu lalu melalui video di channel Youtube the investor dengan judul portfolio saham boncos, kami memberikan tips bagaimana cara kami Menyusun portfolio hingga bisa mengalah market konsisten setiap tahun. Lewat video tersebut ada 2 komentar yang menarik, yang pertama apabila kita memiliki dana 100 juta kemudian didalam video tersebut kami memberikan alokasi sebesar 25% sehingga dengan 100 juta tersebut dapat membeli 4 emiten. Namun beliau ini ingin membeli 3 saham saja, bagaimana cara mengalokasikannya? Pertanyaan kedua  misalkan kita memiliki dana 100 juta dibagi menjadi 4 emiten dimana alokasi masing-masing sebesar 25 juta atau 25%, setiap kali membeli sebesar 5% atau 5 juta dalam sekali pembelian. Pertanyaannya bagaimana dana untuk 5 juta selanjutnya? artinya menabung setiap bulan. Temukan jawabannya dalam artikel ini.

Read More  Analisa Saham GOTO: Cetak Kerugian 88 Triliun, Apa Penyebabnya?

Dalam hal pengelolaan portfolio kondisi individu pasti berbeda-beda. Secara umum ada 2 kondisi. Kondisi pertama yaitu memiliki modal yang besar diawal. Misalnya, kita memiliki dana sekitar 100 juta di awal, setelah itu kita tidak menabung lagi. dan kondisi kedua kita tidak punya modal besar diawal tapi kita rutin nabung 5 juta perbulan, dan kita memiliki komitmen untuk selalu menambah RDN setiap bulannya. Dengan dua kondisi tersebut cara Menyusun portfolionya pun berbeda. Kami akan memberikan tips dengan kedua kondisi tersebut

Tips yang pertama apabila kita memiliki modal awal yang besar, kemudian kita nabung tiap bulan namun nabungnya tidak kerasa, maka yang akan kami lakukan adalah tidak langsung menghabiskan cash yang kami miliki. Salah satu money management terpenting adalah jangan sampai kehabisan cash. Jadi ketika memiliki modal 100 juta di awal maka di bulan pertama akan kami belikan setengah dari total modal awal tersebut terlebih dahulu. Setengah dari total modal tersebut atau 50 juta tersebut kami belikan saham di 3 sektor berbeda. Kemudian sisa 50 juta nya simpan dan digunakan untuk membeli saham hingga 5 bulan kedepan, di mana nantinya uang 50 juta tersebut bisa digunakan untuk tambah muatan atau membeli saham yang baru tergantung kondisi dibulan tersebut

Contohnya, Pada bulan Januari 2024 kami memiliki modal sebesar 100 juta maka kami akan memilih 3 saham dengan sektor yang berbeda dengan alokasi saham A senilai 20 Juta, saham B beli senilai 15 juta dan saham C kita beli senilai15 juta. Kemudian 50 juta sisanya kita split menjadi 10 juta setiap bulannya, sehingga akan habis 5 bulan kedepan. Artinya, di Bulan berikutnya hanya membeli saham senilai 10 juta saja. Hingga akhirnya di bulan ke 6 kami akan melakukan rebalancing, dalam artian semua saham yang dimiliki akan di jual sebagian agar cashnya tetap ada. Cara ini kami gunakan supaya tidak kehabisa cash setiap bulannya. karena money management terbaik jangan sampai kehabisan cash.

Read More  Panduan Membaca Laporan Laba Rugi Perusahaan

Tips kedua apabila kita menabung setiap bulan, anggap saja menabung 5 juta setiap bulan, dan kita berkomitmen terus menabung setiap bulan. Jika kondisi kita rutin menabung setiap bulan maka kita tidak perlu membeli 3 atau 4 saham di bulan tersebut, karena kurang besar nantinya. Yang kami lakukan ketika konsisten menabung setiap bulan 5 juta, yang kami lakukan adalah dibulan tersebut kami langsung membeli 1 saham saja senilai 5 juta, atau senilai berapa yang kita tabung dibulan tersebut. Artinya, bulan pertama atau Januari membeli saham senilai 5 juta, anggap saja saham A. Bulan Februari nabung 5 juta lagi, dan beli saham kedua yaitu saham B. Kemudian di bulan Maret menabung lagi 5 juta dan dibelikan saham C. sampai bulan April nabung lagi sebesar 5 juta, dan 5 juta tersebut dibelikan saham D. Hingga akhirnya memiliki posisi di 4 saham kemudian di Bulan Mei menabung lagi sebesar 5 juta, nah disitu baru digunakan untuk menambah muatan. Jadi, di 4 bulan pertama kami tidak menambah muatan terlebih dahulu. Alias kami membeli saham bar uterus-menerus dengan sektor yang berbeda dan alokasi yang sama. Kondisi kedua ini juga tidak menyalahi tentang Money Managemen. Dimana setiap bulan kita tidak kehabisan cash, karena kita menabung setiap bulannya. Kedua tips diatas kembali disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Jangan sampai ketinggalan dengan informasi terbaru seputar saham, bergabunglah dengan program Value Investing Mastery sekarang juga. Klik gambar di bawah ini untuk mendapatkan akses dan panduan lengkapnya. Dengan mengikuti strategi di atas, Anda dapat mengelola portfolio saham Anda dengan lebih bijak dan mendapatkan hasil investasi yang optimal.