fbpx

Potensi Rally Saham Emiten Emas di Tahun 2024, Saat Harga Emas Capai Rekor Tertingginya

Telusuri potensi rally saham-saham emiten emas di tahun 2024

Sebelum ke pembahasannya jangan lupa download gratis ebook 5 saham undervalue yang sudah kami analisa dengan klik gambar dibawah ini. Sudah banyak orang mendapatkan manfaat dari ebook ini dan sudah terbukti banyak orang mendapatkan keuntungan return investasi dari membaca ebook ini GRATIS.

Pernahkan Anda berfikir bagaimana pergerakan harga emas yang mencapai rekor tertinggi akan berdampak pada saham-saham emiten emas? Harga emas sebelumnya sempat menyentuh level tertingginya, dimana sempat menyentuh level US$ 2.070,9 per ons troi pada tanggal 1 Desember 2023. Kemudian turun ke level US$ 2.019,4 per ons troi, dan saat ini kembali menguat tipis ke level US$ 2.030,9 per ons troi. Angka ini masih berada di atas level US$ 2.000 per ons troi, dan ini angka yang tinggi. Harga emas ini kembali naik tipis karena adanya pelemahan dolar karena para pedagang memprediksi jika pengetatan bank sentral utama telah selesai dan menilai kapan suku bunga mulai mengalami penurunan. Investor juga sedang menunggu laporan pekerjaan AS yang dari sini bisa memberi arah terkait rencana The Fed kedepannya. Ketika ekonomi AS menunjukkan penguatan, maka proyeksinya suku bunga akan diturunkan, dan pada akhirnya permintaan emas akan meningkat dibandingkan permintaan dolar, yang membuat harga emas akan menguat.

Kalau kita melihat GDP dan angka inflasi Amerika Serikat saat ini masih mencatatkan penguatan, untuk GDP masih berada di angka 5,2% dari sebelumnya di 2,1% saja. Kemudian untuk level inflasi AS sudah di angka 3,2% dari sebelumnya 3,7%. Di artikel sebelumnya kita sudah menyinggung juga terkait apakah akan ada penurunan suku bunga The Fed di tahun 2024 nanti. Mengingat jika suku bunga The Fed nantinya turun, maka harga emas bisa naik bahkan rally. Kenapa seperti itu? Karena saat permintaan dolar melemah, maka investor akan memilih untuk membeli emas. Hal ini juga karena adanya ketegangan di timur tengah, saat ini terdapat berita terkait genjatan senjata Israel dan Hamas yang sudah berakhir, tentu saja ini membuat kepanikan yang menjadikan harga emas ikut naik. Secara year to date, harga emas ini sudah naik 11,3%.

Read More  Kinerja MDKA Q1 2024 Cetak Rugi, Apa Penyebabnya?

Harga emas yang naik ini tentunya akan membuat kinerja perusahaan emas di Indonesia bisa bagus kedepannya, beberapa perusahaan emas di Indonesia saat ini seperti ANTM, MDKA, ARCI, AMMN dan lainnya. Bagaimana kinerja saham-saham tersebut saat ini, yang mungkin bisa Investor cermati jika nanti emas akan rally di tahun 2024?

Emiten Emas di Indonesia

Pertama kita akan bahas terkait saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Pada kuartal ketiga tahun 2023 ini penjualan ANTM tercatat turun 8,2% menjadi Rp 30,8 triliun dibandingkan dengan sebelumnya Rp 33,6 triliun. Dengan turunnya beban pokok penjualan membuat laba kotor perusahaan tercatat naik tipis 1,8% menjadi Rp 6 triliun.

Sedangkan untuk laba bersihnya tercatat naik 8,3% menjadi Rp 2,8 triliun dibandingkan dengan sebelumnya sebesar Rp 2,6 triliun.

Pergerakan harga saham ANTM sepanjang tahun 2023 ini sudah turun 14%, yang ditutup di level harga Rp 1.700/lembar saham.

Saham kedua yaitu PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Kinerja di kuartal ketiga tahun 2023 ini untuk bottom line-nya tidak bagus. Pendapatan usaha perusahaan mampu naik 86,9% menjadi US$ 1,1 miliar dibandingkan sebelumnya US$ 626 juta. Laba kotornya turun 17,6% menjadi US$ 118,6 juta.

Perusahaan mencatatkan kerugian sebesar US$ 23,7 juta untuk bottom line, dibandingkan dengan sebelumnya yang mencatat laba bersih sebesar US$ 69,1 juta.

Harga saham MDKA di tahun 2023 ini sudah turun 39% yang ditutup di level Rp 2.500/lembar saham, hal ini sejalan dengan kinerja bottom line perusahaan yang mencetak rugi bersih.

Yang ketiga, yaitu PT Archi Indonesia Tbk (ARCI). Kinerja operasional ARCI saat ini dari sisi pendapatan terdapat kenaikan 4% menjadi US$ 172,3 juta dibandingkan sebelumnya sebesar US$ 165,6 juta, namun laba brutonya tercatat turun 8,9% menjadi US$ 48,7 juta.

Read More  Story Semen dan Bisnis Proses Semen | Prospek Investasi

Untuk laba bersihnya tercatat turun 28,1% menjadi US$ 10,9 juta dibandingkan sebelumnya sebesar US$ 15,2 juta.

Pergerakan harga saham ARCI di tahun 2023 ini sudah naik 27%, saat ini harga saham ARCI berada di level Rp 422/lembar saham, kenaikan hari ini dikarenakan sedang ada rumor terkait divestasi.

Kemudian yang keempat ada saham yang sangat ramai diperbincangkan di tahun 2023 ini yaitu PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang memiliki tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia setelah PT Freeport. Kinerja operasional perusahaan saat ini kurang baik, dimana penjualan bersihnya tercatat turun 41,6% menjadi US$ 1,1 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar US$ 1,9 miliar. Laba kotornya turun 55,2% menjadi US$ 501,5 juta,

Laba bersih perusahaan mencatatkan penurunan cukup dalam yaitu 91,5% yang menjadi US$ 62,6 juta dibandingkan sebelumnya US$ 744 juta.

Pergerakan harga saham AMMN sejak IPO sudah naik signifikan yaitu 279% yang ditutup di level harga Rp 6.425/lembar saham disaat kinerjanya sedang tidak bagus.

Dapat disimpulkan bahwa kinerja dari keempat saham tersebut beberapa diantaranya masih mencatatkan kinerja operasional yang kurang bagus, memang beberapa perusahaan tersebut bisnisnya tidak hanya berfokus di emas saja, tapi ada bisnis komoditas lain, hal ini perlu kita perhatikan juga. Dengan naiknya harga emas di kuartal keempat tahun 2023 ini yang mencapai ATH, diharapkan kinerja emiten emas bisa membaik dan jika emas bisa rally tahun 2024 nanti maka seharusnya kinerja operasional perusahaan emas ini bisa kena dampak positifnya.

Apakah Anda siap mengambil langkah bijak di pasar saham? Bergabunglah dengan Program Value Investing Mastery sekarang dengan mengklik gambar di bawah ini. Pelajari strategi investasi cerdas dan dapatkan panduan eksklusif untuk mengoptimalkan portofolio Anda.

Read More  Harga Ayam Turun, Analisa Kinerja Saham CPIN
Facebook
Telegram
WhatsApp
Twitter