fbpx

Potensi Investasi di Medco Energi Internasional: Pendapatan Naik 18,4% dan Produksi Minyak & Gas Meningkat 30%

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) telah mencatatkan kenaikan pendapatan yang mengesankan pada kuartal terakhir, membuktikan potensi yang menarik bagi para investor. Dalam laporan keuangan terbarunya, MEDC mengumumkan pendapatan sebesar US$ 558,09 juta, meningkat 18,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebelum ke pembahasannya jangan lupa download gratis ebook 5 saham undervalue yang sudah kami analisa dengan klik gambar dibawah ini.

MEDCO ENERGI INTERNASIONAL: Meraup Pendapatan US$ 558,09 Juta dengan Pertumbuhan yang Signifikan

Pertumbuhan pendapatan ini disumbang oleh sejumlah faktor yang menguntungkan bagi perusahaan. Pendapatan dari kontrak penjualan minyak dan gas bumi mencapai US$ 444,4 juta, mengalami kenaikan sebesar 1,8%. Selain itu, kontrak konstruksi meningkat pesat, naik sebesar 876,3% menjadi US$ 81,82 juta. Begitu pula dengan kontrak penjualan listrik yang meningkat 84,21% menjadi US$ 12,14 juta. Kontrak operasi dan jasa pelayanan juga memberikan kontribusi yang positif, naik 10,95% menjadi US$ 6,99 juta. Hanya kontrak penjualan jasa lainnya yang mengalami penurunan sebesar 30,55% menjadi US$ 2,09 juta. Pendapatan keuangan juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,23%, mencapai US$ 10,6 juta.

Dibalik kenaikan pendapatan yang mengesankan, terdapat peningkatan jumlah beban pokok pendapatan dan biaya langsung lainnya sebesar 40,46%, mencapai US$ 325,6 juta. Beban terbesar terdapat pada penyusutan, deplesi, dan amortisasi yang mencapai US$ 147 juta. Meskipun begitu, terdapat penurunan biaya lainnya seperti biaya pembelian minyak mentah, biaya jasa, dan beban eksplorasi.

Read More  Saham EXCL: Analisa Mendalam Menuju Pemilu 2024

Akibat adanya kenaikan beban pokok pendapatan dan biaya langsung, laba kotor perusahaan mengalami penurunan sebesar 2,96%, menjadi US$ 232,4 juta. Terdapat juga peningkatan pada beban penjualan, umum, dan administrasi menjadi US$ 54 juta, serta beban pendanaan yang meningkat menjadi US$ 67,1 juta. Meskipun begitu, MEDC mencatat peningkatan pendapatan bunga sebesar US$ 10,4 juta dan pendapatan lain-lain sebesar US$ 13,59 juta.

Laba bersih perusahaan juga mengalami penurunan sebesar 8,8%, mencapai US$ 82,05 juta dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal pertama tahun 2022 sebesar US$ 90,03 juta. Meskipun terjadi penurunan ini, MEDC tetap menunjukkan potensi dan kinerja yang solid dalam menghadapi tantangan di sektor energi.

Dalam hal kinerja operasional, produksi minyak dan gas perusahaan mencapai 165 mboepd, mengalami kenaikan sebesar 30% dibandingkan tahun sebelumnya. MEDC berhasil melampaui target produksi tahun 2023 yang ditetapkan sebesar 160 mboepd. Penjualan ketenagalistrikan juga mencapai angka yang mengesankan, yaitu 1.053 GWh dengan total target untuk tahun 2023 sebesar 4.000 GWh. Kenaikan ini sejalan dengan kontribusi penuh IPP Riau 275MW dan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sumbawa 26 MWp.

Selain itu, MEDC juga berhasil menurunkan biaya produksi minyak dan gas menjadi US$ 6,2 per boe, dibandingkan US$ 7,6 per boe pada kuartal pertama 2022. Keberhasilan ini didukung oleh sinergi dan efisiensi biaya di Corridor. Perusahaan juga mengalokasikan dana sebesar US$ 58 juta untuk belanja modal, dengan fokus utama pada penyelesaian pengembangan gas di Natuna, pengembangan minyak & gas baru di Corridor, dan IPP Geotermal Ijen.

Dengan potensi pertumbuhan yang kuat dan performa operasional yang baik, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menunjukkan bahwa mereka adalah pilihan yang menarik bagi para investor. Jangan lewatkan kesempatan ini dan ambil tindakan sekarang untuk mengambil bagian dalam kesuksesan perusahaan ini.

Facebook
Telegram
WhatsApp
Twitter
Read More  Ekspansi Indeks Manufaktur Indonesia di Ekonomi Global Tak Pasti