fbpx

Perkembangan Harga Batu Bara: Trend Turun dan Faktor-faktor Penyebabnya

Menganalisis perkembangan harga batu bara dan faktor-faktor yang menyebabkan penurunan tren. Temukan informasi terkini mengenai pasar batu bara dan implikasinya bagi investor. Pelajari bagaimana menghadapi tantangan dalam industri ini.

Sebelum ke pembahasannya jangan lupa download gratis ebook 5 saham undervalue yang sudah kami analisa dengan klik gambar dibawah ini.

HARGA SAHAM BATU BARA TURUN? INI SEBABNYA!

Harga saham perusahaan batu bara kompak mengalami penurunan pada perdagangan sesi I Jumat, 19 Mei 2023, di saat kembali turunnya harga batu bara.

Terdapat beberapa saham yang mengalami Auto Rejection Bawah (ARB) seperti Baramulti Suksessarana (BSSR), Indah Prakasa Sentosa (INPS), dan Golden Energy Mines (GEMS). Kemudian Indo Tambangraya Megah (ITMG) juga turun cukup dalam sebesar 5,8%.

Namun masih ada beberapa saham yang menguat, seperti Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS) yang tercatat naik 7,27%.

Namun masih ada beberapa saham yang menguat, seperti Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS) yang tercatat naik 7,27%.

Harga batu bara yang masih mengalami penurunan menjadi berita buruk untuk saham batu bara hari ini. Harga batu bara kembali turun setelah pada Rabu 17 Mei 2023 menguat tipis 0,89%. Pada hari Kamis 18 Mei 2023, harga batu bara mencatatkan penurunan sebesar 3,57% di harga US$ 159,35 per ton. Harga tersebut terendah sejak 4 Januari 2022, dimana pada waktu itu harga batu bara sebesar US$ 174/ton. Selama bulan Mei 2023 ini harga batu bara mengalami penurunan sekitar 13,9%.

Read More  Kami Optimis Market Saham Akan Positif Tahun 2024

Harga batu bara yang turun tersebut dikarenakan adanya sentimen negatif yang cukup banyak dari sejumah negara, seperti China dan Jerman.

Permintaan listrik di China sudah naik tahun ini, dari awal tahun sampai bulan April 2023 naik 4,9% (yoy) menjadi 128 miliar kWh. Penyumbang terbesar sebenarnya masih dari batu bara sebesar 83 miliar kWh. Produksi listrik pembangkit batu bara tersebut naik 38% dalam sembilan tahun terakhir. Akan tetapi kenaikan tersebut masih kalah jika dibandingkan produksi dari sumber energi lain, seperti tenaga air yang naik 580% dan energi matahari naik 400% dalam lima tahun.

Di Jerman juga terjadi penurunan produksi listrik pembangkit batu bara. Penurunan sebesar 19% dalam sebulan ke 375 gWh. Permintaan diperkirakan akan mengalami penurunan lagi karena pada musim semi permintaan listrik rendah.

 

Untuk mengetahui secara advance tentang bagaimana cara mencari saham saham yang berpotensi bagger atau mengetahui cara berinvestasi tumbuh dengan tenang tanpa mantengin chart tiap hari. silahkan klik gambar dibawah. Akan kami beritahu bagaimana caranya! 

Facebook
Telegram
WhatsApp
Twitter
Kinerja MDKA Q1 2024 Cetak Rugi, Apa Penyebabnya?

Kinerja MDKA Q1 2024 Cetak Rugi, Apa Penyebabnya?

Pelajari penyebab kerugian saham MDKA Q1 2024 dan prospek ke...

Read More  Kinerja ADMR Kuartal 2 2023: Analisis Dampak Harga Batu Bara
Read More