fbpx

Laba Bersih Unilever (UNVR) Menurun

Baca artikel ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan turunnya laba bersih Unilever Indonesia pada kuartal pertama 2023. Pelajari penyebab penurunan penjualan dan kenaikan beban pemasaran dan penjualan serta beban umum dan administrasi.

Sebelum ke pembahasannya jangan lupa download gratis ebook 5 saham undervalue yang sudah kami analisa dengan klik gambar dibawah ini.

LABA BERSIH SAHAM INI MENURUN

Unilever Indonesia (UNVR) membukukan laba bersih pada kuartal pertama tahun 2023 sebesar Rp 1,4 triliun, mengalami penurunan sebesar 30,47% jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2022 sebesar Rp 2,02 triliun.

Laba bersih yang turun ini berasal dari turunnya penjualan bersih pada kuartal pertama 2023 sebesar Rp 10,6 triliun. Dimana mengalami penurunan sebesar 2,15% jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2022 sebesar Rp 10,83 triliun.

Penjualan ini berasal dari penjualan Home and Personal Care sebesar Rp 6,8 triliun dan Foods and Refreshment sebesar Rp 3,78 triliun.

Kemudian juga dipengaruhi dari beban pemasaran dan penjualan mengalami kenaikan sebesar 18,4% menjadi Rp 2,34 triliun, serta beban umum dan administrasi mengalami kenaikan cukup tinggi sebesar 57,5% menjadi Rp 1,02 triliun.

Beban pemasaran dan penjualan naik berasal dari kenaikan tertinggi yaitu iklan dan riset pasar sebesar 15,38% menjadi Rp 846 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 733,2 miliar. Kemudian dari remunerasi dan imbalan kerja naik 76,8% menjadi Rp 254,7 miliar pada kuartal pertama tahun 2023.

Beban umum dan administrasi mengalami kenaikan dengan kenaikan tertinggi dari merek, teknologi dan biaya jasa dan biaya enterprise technology solutions sebesar 79,7% menjadi Rp 753,3 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 419 miliar.

Read More  Analisis Pendapatan PT AirAsia Indonesia: Naik 396% di Kuartal Pertama 2023!

Kemudian untuk arus kas dari aktivitas operasi pada kuartal pertama tahun 2023 mengalami penurunan sebesar -38,9% menjadi Rp 1,08 triliun dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 1,77 triliun.

Untuk mengetahui secara advance tentang bagaimana cara mencari saham saham yang berpotensi bagger atau mengetahui cara berinvestasi tumbuh dengan tenang tanpa mantengin chart tiap hari. silahkan klik gambar dibawah. Akan kami beritahu bagaimana caranya! 

Facebook
Telegram
WhatsApp
Twitter
Picture of Erose Perwita

Erose Perwita

Author | Founder theinvestor.id

BMTR Rencanakan Private Placement. Buat Apa dan Bagaimana Imbasnya?

Dalam waktu dekat BMTR rencanakan private placement, dengan menerbitkan sebanyak...

Read More  BAGIKAN DIVIDEN 100% DARI LABA, BUKIT ASAM PASTIKAN EKSPANSI TETAP BERJALAN
Read More