fbpx

Kenaikan Harga Beras Indonesia: Dampak pada NASI & HOKI

Telusuri dampak kenaikan harga beras di Indonesia 2023 terhadap performa saham NASI & HOKI. Pahami dinamika pasar dan strategi investasi.

Sebelum ke pembahasannya jangan lupa download gratis ebook 5 saham undervalue yang sudah kami analisa dengan klik gambar dibawah ini. Sudah banyak orang mendapatkan manfaat dari ebook ini dan sudah terbukti banyak orang mendapatkan keuntungan return investasi dari membaca ebook ini GRATIS.

Kenaikan Harga Beras yang Drastis

Harga beras di pertengahan bulan September 2023 telah mencatat kenaikan yang signifikan. Sebagai bahan pokok konsumsi utama di Indonesia, dampak dari kenaikan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat luas, namun juga menjadi perhatian serius pemerintah. Kenaikan tersebut mencapai lebih dari 5% dalam satu bulan, yang tentunya menjadi alarm bagi stabilitas perekonomian dalam negeri.

Mengapa Harga Beras Meningkat?

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi lonjakan harga ini. Cuaca panas yang berkepanjangan dan fenomena el nino yang berdampak pada kekeringan, secara tidak langsung menghambat produksi padi. Selain itu, kenaikan harga beras mempengaruhi beberapa emiten beras, seperti NASI dan HOKI.

Dampak Terhadap Emiten Beras

Dimulai dari NASI atau Wahana Inti Makmur

Perusahaan ini adalah produsen & supplier beras terkenal yang berada di Jawa Barat. Saat ini NASI telah melakukan pendistribusian beras melalui penjual beras yang ada di seluruh Indonesia. Produk dari NASI ini seperti Beras Premium dengan merek Gemar Jasmine, Super Platinum, dll. Kemudian ada juga beras medium dengan merek beras eco dan beras 89. Dan masih terdapat produk beras lainnya.

Read More  Strategi Investasi Jangka Panjang: Mengoptimalkan Portofolio

Dengan adanya berita terkait kenaikan harga beras tersebut membuat harga saham NASI mengalami kenaikan cukup signifikan, dimana sejak tanggal 28 Agustus 2023 hingga saat ini mencatat mengalami kenaikan sekitar 26,6% di tutup di harga Rp 89/lembar saham. Dimana kalau dilihat dari bulan Juni tahun 2023 sampai sebelum tanggal 28 Agustus, harga saham NASI masih di situ-situ saja berada di sekitar level Rp 70 per lembar saham.

NASI sendiri pada kuartal kedua tahun 2023 ini mencatatkan penurunan laba bersih, meskipun pendapatan perusahaan naik sebesar 30,4% menjadi Rp 33,4 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 25,6 miliar, beban pokok penjualan naik 41,5% atau lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatannya, hal tersebut akan membuat laba brutonya tergerus, dimana laba bruto perusahaan turun sebesar 9,8% menjadi Rp 5,1 miliar.

Rincian pendapatan paling besar adalah penjualan ke pelanggan Horeka, dimana Horeka ini merupakan pelanggan seperti Hotel, restoran, dan kafe. Yang berkontribusi sebesar 43% terhadap total penjualan NASI. Dan mengalami kenaikan penjualan sebesar 73,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Besar kemungkinan hal tersebut dikarenakan sudah kembali normalnya aktivitas dari perusahaan Hotel, restoran, dan kafe di tahun ini, dikarenakan sebelumnya terdampak pandemi. Kemudian tidak hanya Horeka saja, terdapat penjualan modern trade, distributor, general trade, dan individual.

Beban usaha yang dimiliki perusahaan sebesar Rp 4,69 miliar mengalami penurunan 8,2%, penghasilan lain-lain juga tercatat turun 97,7% dari Rp 46,8 juta menjadi Rp 1 juta saja. Terdapat juga beban lain-lain yang naik 241,5% menjadi Rp 109,9 juta. Kemudian dengan adanya beban-beban tersebut membuat laba bersih perusahaan turun sebesar 47,2% menjadi Rp 303,2 juta saja.

Read More  Investasi di Saratoga Investama: Mesin Uang Sandiaga Uno

 

HOKI atau Buyung Poetra Sembada.

perusahaan ini merupakan salah satu pemain utama dalam bidang pengolahan dan distribusi beras premium yang berada di Indonesia. Perusahaan melakukan produksi dan perdagangan beras, merek utamanya yaitu HOKI dan Topi Koki.

Pergerakan harga saham dari HOKI sendiri lebih signifikan kenaikannya dibandingkan dengan NASI, dimana HOKI berhasil mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 64% sejak tanggal 28 Agustus 2023 hingga saat ini, yang ditutup pada level harga Rp 128/lembar saham.

Untuk kinerja dari HOKI sendiri pada kuartal kedua tahun 2023 tercatat berhasil mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 61,3% menjadi Rp 700,4 miliar. Kemudian beban pokok penjualan naik 73%, persentase kenaikannya lebih tinggi jika dibandingkan dengan penjualan netonya, membuat laba bruto perusahaan turun sebesar 12,9% menjadi Rp 51 miliar.

Dari informasi segmen, terdapat 3 kelompok bisnis yang dimiliki perusahaan. Seperti penjualan beras itu sendiri yang menjadi bisnis utama perusahaan, dimana penjualan beras ini sebesar Rp 695,5 miliar atau naik 64,1%. Kemudian dari sewa mesin pembangkit listrik dengan tenaga sekam sebesar Rp 7,2 miliar. Dan terdapat industri lainnya yang tercatat mengalami kerugian sebesar Rp 2,3 miliar, jika mengacu pada annual report perusahaan tahun 2022, industri lainnya ini merupakan Segmen usaha baru yang bergerak di bidang investasi, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis

Total beban usaha yang dimiliki perusahaan tercatat mengalami kenaikan sebesar 26,8% di saat laba bruto perusahaan turun 12,9%. Dikarenakan hal tersebut membuat laba usaha HOKI hanya Rp 837,4 juta saja. Tidak hanya itu, total beban lain-lain perusahaan sebesar Rp 5,7 miliar. Jadi dengan laba usaha sekitar Rp 837,4 juta tersebut dan total beban lain-lain yang mencapai Rp 5,7 miliar membuat perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 4,14 miliar atau turun 156,9%.

Read More  Bisnis Saham INKP Tentang Kinerja Perusahaan dan Valuasi Murah

Call to Action

Ingin mendalami lebih jauh mengenai strategi value investing dan mengembangkan kemampuan Anda dalam mengelola portfolio saham? Segera bergabung dengan program Value Investing Mastery! Klik gambar di bawah ini untuk mendapatkan informasi lengkap dan menjadi investor yang sukses.

Facebook
Telegram
WhatsApp
Twitter