Harga Emas Anjlok Tajam, Awal Fase Kenaikan Selanjutnya?

PERGERAKAN HARGA EMAS

Sepanjang tahun 2025  harga emas mengalami kenaikan signifikan mencapai sekitar 64%. Walaupun sempat melanjutkan kenaikannya di awal tahun 2026 hingga menyentuh level all time high di level $5.596 per troy ons, pada akhir Januari hingga awal Februari kemarin emas mengalami koreksi tajam, dalam tiga hari saja emas mengalami koreksi sekitar 16% hingga menyentuh di level $4.600-an per troy ons. Hal ini mencatatkan penurunan harian terdalam sekitar 9% sejak tahun 1983 atau hampir 43 tahun di mana pada saat itu emas ambruk 12,09% dalam sehari. Walaupun harga emas sempat bangkit menembus level $5.000 per troy ons, pada tanggal 5 Februari 2026 emas terkoreksi kembali sekitar 2% hingga di level $4.800-an per troy ons.

 

PENYEBAB PENURUNAN HARGA EMAS

Harga emas yang sebelumnya terus reli akhirnya rapuh terjadi aksi ambil untung besar-besaran, terutama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump secara resmi mengumumkan Kevin Warsh sebagai kandidat ketua The Federal Reserve menggantikan Jerome Powell mulai Mei 2026 mendatang. Kevin Warsh dipandang sebagai sosok pragmatis dan independen dengan pengalaman pada masa krisis ekonomi. Pasar menafsirkan ekspektasi arah kebijakan yang lebih hawkish. Sehingga pasar melihat ada potensi suku bunga tinggi dipertahankan lebih lama, yang bisa menekan harga emas

Pencalonan Warsh mendorong penguatan nilai dolar AS. Di antara kandidat ketua bank sentral lainnya, para pelaku pasar menilai Warsh sebagai yang paling hawkish. Hal ini meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat yakni menguatkan dolar dan menekan harga emas. Gubernur Fed Lisa Cook juga menekankan kekhawatiran atas kemajuan inflasi yang terhenti daripada pendinginan pasar tenaga kerja, hal ini menunjukkan bahwa ia tidak akan mendukung penurunan suku bunga sampai tekanan harga mereda yang berakibat dollar menguat.

Apakah ini menjadi akhir reli harga emas?

 

 

KONDISI GEOPOLITIK YANG BELUM MEREDA

Memasuki 2026, kondisi global masih penuh tantangan, ancaman mulai dari konflik geopolitik, ketegangan ekonomi antarpasar, hingga risiko perdagangan terus menjadi sorotan para pengambil keputusan dan investor. Begitupun dukungan kelanjutan permintaan yang tinggi dari bank sentral, arus masuk ETF emas yang kuat, dan permintaan emas batangan yang kokoh menjadi faktor utama yang memengaruhi prospek emas pada tahun 2026.

Melansir the World Economic Forum’s Global Risks Report 2026. Survei menunjukkan bahwa konfrontasi geoekonomi menempati posisi teratas sebesar 18% sebagai risiko global paling mengkhawatirkan. Ketegangan antarnegara melalui kebijakan tarif, pembatasan ekspor, dinilai berpotensi mengganggu arus barang, modal, dan teknologi lintas negara. Kondisi ini tidak hanya menekan pertumbuhan ekonomi global, tetapi juga memperbesar risiko pasar internasional.

Di posisi berikutnya, konflik bersenjata antarnegara masih menjadi ancaman besar sekitar 14%. Eskalasi militer di berbagai kawasan berpotensi mengguncang stabilitas politik dan pasar keuangan, sekaligus memicu lonjakan harga energi dan komoditas. Emas dinilai sebagai aset safe haven atau aset lindung nilai yang paling banyak diminati ketika konflik global terjadi, artinya secara demand masih terus ada seiring adanya risiko global yang bisa mendongkrak kenaikan harga emas.

 

PENAWARAN & PERMINTAAN EMAS GLOBAL

Melansir World Gold Council, penawaran emas pada kuartal IV-2025 naik tipis 1% secara year on year menjadi 1.302 ton, sehingga sepanjang tahun 2025 total penawaran emas mencapai 5.002 ton atau naik tipis 1% secara year on year. Kenaikan tersebut di dongkrak naiknya penawaran emas daur ulang sebesar 3% secara year on year berada pada level 1.404 ton, dimana dalam jangka panjang emas daur ulang akan mengikuti permintaan konsumen dan ketersediaan material.

Disisi permintaan, pada kuartal IV-2025 emas mengalami kenaikan khususnya pada segmen aset investasi dengan kenaikan signifikan sebesar 73% secara year on year menjadi 595 ton. Sejalan dengan itu sehingga sepanjang tahun 2025 kenaikan permintaan emas oleh aset investasi yang naik signifikan sebesar 84% secara year on year menjadi 2.175 ton dari tahun sebelumnya sebesar 1.185 ton.

Permintaan investasi emas mencapai titik baru dimana investasi ETF merupakan sektor pertumbuhan pesat pada tahun 2025, memberikan kontribusi lebih dari 800 ton permintaan tambahan dibandingkan tahun 2024. Faktor aset aman dan diversifikasi tetap menjadi pendorong penting. Risiko geopolitik dan geoekonomi yang meningkat, pelemahan dolar AS, valuasi saham yang tinggi, dan ekspektasi penurunan suku bunga semuanya memainkan peran kunci sepanjang kuartal IV-2025 secara keseluruhan.

Permintaan emas bersih dari bank sentral meningkat menjadi 230 ton pada kuartal IV-2025, naik 6% dari 218 ton pada kuartal sebelumnya. Kinerja yang kuat ini mengakhiri tahun yang ditandai dengan aktivitas pembelian yang berkelanjutan, bahkan ketika harga emas mencapai rekor tertinggi.

Pembelian pada kuartal IV-2025 meningkatkan permintaan sepanjang tahun 2025 menjadi 863 ton. Meskipun angka ini masih di bawah level 1.000 ton yang terlihat dalam beberapa tahun terakhir, namun tetap jauh di atas rata-rata tahunan 2010-2021 yaitu 473 ton.

Terlihat Bank Central Polandia menjadi pembeli terbesar, pada kuartal IV-2025 sekitar 35 ton dan sepanjang tahun 2025 bank tersebut menambahkan 102 ton lagi, meningkatkan cadangan emasnya menjadi 550 ton. Bahkan pada bulan Januari 2026, Gubernur Adam Glapinski mengindikasikan niatnya untuk meningkatkan cadangan emas lebih lanjut, menjadi 700 ton, untuk alasan keamanan nasional.

Begitupun dari data tersebut terlihat jelas bahwa emas masih memegang peran sangat penting, terutama bagi negara-negara barat maju. Amerika Serikat, Jerman, Prancis, dan Italia menempatkan sekitar 78–81% cadangannya dalam bentuk emas. Hal ini menunjukkan bahwa bagi mereka, emas bukan sekadar aset investasi, melainkan fondasi kepercayaan sistem keuangan, aset yang tahan inflasi, krisis, dan gejolak geopolitik.

PROYEKSI KENAIKAN HARGA EMAS GLOBAL

Proyeksi harga emas dari J.P. Morgan menunjukkan tren kenaikan, meski jalannya tidak lurus. Rata-rata harga emas diperkirakan bergerak dari kisaran $4.440 per troy ons di awal 2026 lalu naik bertahap hingga menyentuh sekitar $5.400 per troy ons pada akhir 2027. Jika dikaitkan dengan harga emas saat ini di sekitar $4.900 per troy ons. Harga saat ini memang lebih tinggi dari rata-rata 2026, tetapi masih di bawah target kuartal akhir 2027. Hal ini menandakan bahwa pasar sudah mendahului sebagian ekspektasi, biasanya karena kombinasi faktor seperti, ketidakpastian geopolitik, pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral, kekhawatiran  utang global dan stabilitas dollar maupun ekspektasi siklus suku bunga yang lebih longgar ke depan.

Peningkatan harga emas di tahun 2025 kemarin membuat kinerja emiten emas berkilau. Pada posisi 9M-2025 laba bersih ARCI meningkat 1.909% YoY, begitupun laba bersih ANTM meningkat 171%YoY, kemudian laba bersih BRMS meningkat 142% YoY, dan laba bersih PSAB meningkat 479% YoY. Jika harga emas bisa terus meningkat, maka kedepan emiten-emiten emas ini juga akan diuntungkan dari sisi kinerja perusahaannya yang bisa terus bertumbuh.

Ingin Analisis Mendalam & Strategi Investasi yang Lebih Tajam?

Dapatkan akses eksklusif ke Value Investing Mastery dan The Investor’s Portfolio untuk strategi investasi terbaik, analisis saham mendalam, serta peluang meraih bagger pertama Anda!

🔹 Analisis saham premium
🔹 Template kinerja portofolio
🔹 Kelas bulanan dengan mentor ahli

Gabung sekarang di 👉 valueinvestingmastery.id dan mulai investasi dengan lebih percaya diri! 🚀

Merupakan platform belajar Investasi tumbuh dengan tenang yang dapat di akses kapanpun dan dimanapun tanpa ribet. Dapatkan return investasi yang maksimal dengan strategi yang tepat.
The Investor

© 2025. All rights reserved

PT Indonesia Investa Origa- Tegalmulyo WB I/189B Pakuncen Wirobrajan Yogyakarta – +6285155441861