fbpx

Antoni Salim akuisisi Saham DEWA: Analisis Saham Dewa

Apakah Anda sudah mendengar tentang ‘jeroan’ dari saham DEWA yang diakuisisi Antoni Salim? Dalam dua tahun terakhir, langkah-langkah yang diambil oleh Antoni Salim, pemilik Grup Indofood, tampaknya cukup unik dan menarik untuk diamati. Mengapa? Karena mulai 2022 dan 2023, beliau tampaknya mengubah fokusnya pada emiten dalam Grup Bakrie, terutama emiten yang telah lama tidur.

Sebelum ke pembahasannya jangan lupa download gratis ebook 5 saham undervalue yang sudah kami analisa dengan klik gambar dibawah ini. Sudah banyak orang mendapatkan manfaat dari ebook ini dan sudah terbukti banyak orang mendapatkan keuntungan return investasi dari membaca ebook ini GRATIS.

Antoni Salim akuisisi Saham DEWA

Kalo kita mengikuti sepak terjang dari Antoni Salim dalam 2 tahun terakhir menurut kami sedikit unik. Antoni Salim adalah pemilik dari Group Indofood, dimana saham-saham berfundamental bagus. Pada bulan Juni 2023 lalu, Antoni salim masuk ke saham DEWA, sehingga DEWA bangun dari tidur yang cukup panjang. Dibawah ini kami akan mereview emiten DEWA dari Group Bakrie.
DEWA atau Darma Henwa, dimana saham ini bergerak di bidang tambang batu bara. 

Mengenal DEWA, Saham Energi Batu Bara

DEWA atau Darma Henwa adalah saham yang bergerak dalam bidang tambang batu bara. Bagaimana pergerakan harga sahamnya?

Apabila dilihat dari pergerakan harga saham DEWA secara jangka panjang. Harga saham DEWA lebih banyak berada di level Rp 50/lembar saham dibanding bergerak diatas level Rp 50/lembar saham. Selain itu, saham DEWA selalu bangun Ketika harga batu bara booming. Seperti pada tahun 2016 hingga 2017 saat puncaknya batu bara, harga saham DEWA bangun mencapai level harga Rp 100/lembar saham lalu kembali tertidur. Kemudian pada tahun 2022 lalu, saat emiten batu bara booming, saham DEWA juga ikut mengalami kenaikan. Hingga awal tahun 2023 kembali ke level Rp 50/lembar saham. Sebelum akhirnya, Antoni Salim masuk di saham DEWA membuat harga sahamnya tiba-tiba langsung naik melejit mencapai level harga Rp 70/lembar saham. Namun tidak berlangsung lama harga saham DEWA Kembali turun di level harga Rp 55/lembar saham hingga artikel ini di buat. Kemudian dibawah ini kami mereview mengenai neraca dari saham DEWA.

Neraca Keuangan DEWA

Sebelumnya, kami menggunakan laporan keuangan akhir tahun 2022 karena laporan keuangan terbaru masih belum rilis.

Pada tahun 2022 ada yang perlu kita cermati yaitu pada Investasi saham dan aset tidak lancar lainnya, dimana total dari Investasi pada saham dan Aset Tidak Lancar Lainnya hampir mencapai 50% dari total Jumlah aset tidak lancarnya, dimana secara nominal cukup besar. Kemudian pada pos piutang usaha juga cukup besar, namun hal ini wajar.

Selanjutnya kita kembali pada pos investasi saham, dimana emiten DEWA melakukan investasi pada 5 perusahaan diatas sebagai kepemilikan minoritas.

Kemudian kita lihat pada pos Aset Tidak Lancar lainnya, dimana kita perlu bertanya mengenai uang muka investasi. Pada tahun 2021 dan 2022 memiliki nominal yang sama. Menurut kami hal ini perlu diwaspadai, kenapa? karena dalam waktu 2 tahun kenapa masih menjadi uang muka. Apakah uang muka investasi ini benar-benar menjadi investasi atau tidak? ini yang perlu diperhatikan.

Read More  Memilih Saham Bagus: Kriteria Membeli Saham Perusahaan Bagus

Liabilitas dan Kinerja Perusahaan

Dalam hal liabilitas, DEWA menunggak pembayaran utang usaha sebesar USD 45,5 Juta. Ini menunjukkan bahwa DEWA masih memiliki beban utang usaha yang cukup besar

Dari kinerjanya, DEWA menunjukkan pendapatan yang naik 26%, namun laba bruto menurun hingga 98% dan laba bersih menurun signifikan hingga 1635%, dari untung USD 1 juta menjadi rugi sebesar USD 16,7 juta.

Perlu kita perhatikan juga pada beban pokok pendapatan dimana mengalami kenaikan yg cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya, namun hal ini wajar karena adanya kenaikan biaya distribusi dan biaya lainlain. Namun yang menjadi pertanyaan, kenapa beban pokok pendapatan nominalnya hamper sama dengan pendapatannya? Dan disisi lain-lain juga mengalami kerugian sebesar USD 744 ribu.

Secara historis, menurut kami sebenarnya pendapatan DEWA cukup bagus, dimana tahun 2022 lalu menjadi pendapatan tertingginya sejak tahun 2013. Namun, pada sisi laba bersihnya berkebalikan dengan pendapatannya. Dimana laba bersihnya di tahun 2022 masih mengalami kerugian. Padahal apabila kita berbicara mengenai emiten yang memanfaatkan cuannya karena tingginya harga batu bara semua pada mengalami keuntungan.

Jika melihat dari review yang singkat tersebut, sebenarnya DEWA memiliki resiko yang cukup besar. Dan kabarnya Antoni Salim berminat dengan saham DEWA ini. Kami tidak mengetahui apakah Antoni Salim benar-benar masuk di saham DEWA di harga berapa. Namun, misalkan cari untuk melindungi modal kita, lebih baik mencari Perusahaan yang lebih baik dan lebih bagus dibandingkan DEWA ini.           

Kesimpulan

Mencari investasi di pasar saham membutuhkan pengetahuan, pengamatan, dan pemahaman yang baik tentang berbagai faktor, termasuk fundamental perusahaan dan tren pasar saat ini. Tentu saja, mengetahui tentang Antoni Salim dan investasinya di DEWA bisa menjadi cerita menarik. Namun, apakah ini investasi yang tepat untuk Anda? Untuk melindungi modal Anda, sebaiknya cari perusahaan yang lebih baik dan lebih bagus dibandingkan DEWA.

Read More  Laporan Keuangan ACES: Penjualan Produk Perbaikan Rumah Naik 6,59%

Tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang investasi? Ingin mengetahui bagaimana menjadi master dalam value investing? Kami mengajak Anda untuk bergabung dengan program “Value Investing Mastery“. Untuk bergabung, silakan klik gambar di bawah ini. Kita akan membantu Anda untuk menjadi investor yang lebih baik dan cerdas.

Disclaimer : Informasi yang disediakan dalam artikel ini dimaksudkan untuk tujuan pendidikan dan informasi saja, dan bukan dimaksudkan sebagai saran investasi. Sebelum membuat keputusan investasi, harap konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional. Investasi melibatkan risiko keuangan yang signifikan. Anda bertanggung jawab atas semua keputusan investasi yang Anda buat.

Facebook
Telegram
WhatsApp
Twitter