fbpx

Analisa Kinerja UNVR Full Year 2023 Kembali Turun

Sebelum ke pembahasannya jangan lupa download gratis ebook 5 saham undervalue yang sudah kami analisa dengan klik gambar dibawah ini. Sudah banyak orang mendapatkan manfaat dari ebook ini dan sudah terbukti banyak orang mendapatkan keuntungan return investasi dari membaca ebook ini GRATIS.

Pengantar

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merupakan perusahaan FMCG terkemuka di Indonesia dengan sejarah panjang sejak 1933. Namun, kinerja perusahaan ini belakangan menunjukkan penurunan, terutama pada tahun 2023. Penurunan kinerja ini tercermin dari turunnya harga saham UNVR hingga mencapai level terendah sejak tahun 2011. Artikel ini akan mengulas secara mendalam kinerja UNVR, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta proyeksi dan strategi perusahaan untuk menghadapi tahun 2024.

 

Profil Perusahaan dan Turunnya Harga Saham

Beberapa perusahaan telah merilis laporan keuangan full year tahun 2023. Dimana terdapat beberapa perusahaan yang melaporkan kinerja yang bagus, namun ada juga perusahaan yang mencetak kinerja tidak bagus, salah satunya UNVR atau PT Unilever Indonesia Tbk.

Dengan kinerja perusahaan yang tidak bagus, membuat harga sahamnya pada tanggal 12 Februari 2024 mengalami penurunan sebesar 10,7% kemudian di hari berikutnya atau tanggal 13 Februari 2024 turun 4,11% sehingga membuat harga sahamnya berada di level 2.800, yang menyamai harga saham di tahun 2011 yang lalu. Harga saham ini sudah turun 75,9% sejak mencapai puncak tertingginya di tahun 2018, ketika itu harga sahamnya berada di level Rp 11.625/lembar saham. Sebenarnya seperti apa kinerja Unilever Indonesia yang turun ini? Sebelumnya kita sudah pernah bahas ketika saat itu kinerjanya di kuartal ketiga tahun 2023, dan kali ini kita akan review kinerja terbarunya. Oke mari kita bahas.

Mengenai profil perusahaan, UNVR adalah perusahaan yang bertumbuh menjadi perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terkemuka di Indonesia. Perusahaan telah berdiri sejak 5 Desember 1933, dan listing di Bursa pada tanggal 11 Januari 1982. Bisnis UNVR terbagi menjadi dua bidang produk utama, yaitu:

  1. Kebutuhan Rumah Tangga dan Perawatan Tubuh, produknya seperti produk pembersih yang dipakai dalam rumah tangga, dan produk kosmetik.
  2. Makanan dan Minuman, seperti produk makanan dan minuman termasuk es krim.

 

Pemegang saham UNVR terbesar adalah Unilever Indonesia Holding B.V. yang mempunyai kepemilikan sebesar 85%. Sedangkan untuk publik memegang saham UNVR sebesar 15%. Unilever Indonesia ini adalah bagian dari Unilever Plc. yang berlokasi di Inggris & Belanda.

Kinerja Operasional Full Year Tahun 2023

Kinerja operasional UNVR secara full year tahun 2023 mengalami penurunan, penjualan bersih perusahaan mencatatkan penurunan 6% menjadi Rp 38,6 triliun dibandingkan penjualan bersih full year tahun 2022 sebesar Rp 41,2 triliun. Harga pokok penjualannya turun 12,3% membuat laba bruto UNVR naik tipis 1% menjadi Rp 19,1 triliun. Sedangkan untuk laba bersihnya turun cukup besar yaitu 11% menjadi Rp 4,8 triliun. Penurunan laba bersih ini karena beban yang dimiliki perusahaan mengalami kenaikan ketika penjualan bersihnya turun, seperti beban pemasaran & penjualan, beban umum & administrasi, dan biaya keuangan. Hal ini harus dibenahi perusahaan kedepannya, sehingga kinerja operasional bisa membaik kedepannya.

Untuk penjualan bersihnya tersebut berasal dari dua hal, yaitu kebutuhan rumah tangga & perawatan tubuh sebesar Rp 25,1 triliun. Serta penjualan keduanya dari makanan & minuman sebesar Rp 13,4 triliun. Masing-masing kedua penjualan ini turun dibandingkan tahun 2022.

Kinerja secara kuartalan, di kuartal keempat atau periode Oktober – Desember 2023 ini juga mengalami penurunan kinerja jika dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun 2023, pendapatan perusahaan tercatat mengalami penurunan 21%, laba kotornya turun 24%, dan laba bersihnya turun 57%, disini memperlihatkan beban yang besar dimiliki perusahaan. Dari kinerja kuartalan maupun tahunan yang memperlihatkan kinerja tidak bagus ini tentu saja membuat harga sahamnya juga jatuh. Kalau kita lihat memang sebelumnya ada aksi boikot terhadap produk pro Israel yang menjadi salah satu penyebab kinerja UNVR turun lagi, kemudian banyaknya pesaing juga menjadi salah satu penyebabnya.

Kinerja UNVR Secara Jangka Panjang

Secara jangka panjang sejak tahun 2013 sampai tahun 2020, pendapatan perusahaan terus bertumbuh, meskipun kalau kita lihat pertumbuhan sejak tahun 2017 sudah tidak terlalu tinggi hanya naik sekitar 1-3% saja tiap tahunnya, setelah itu pada tahun 2021 pendapatan menurun akibat lesunya daya beli masyarakat dalam negeri dampak dari pandemi.

Sedangkan untuk laba bersih sejak tahun 2019 terus mengalami penurunan. Laba bersih yang turun di tahun 2019 karena ketika tahun 2018 perusahaan memperoleh penghasilan lain-lain yang besar, penghasilan lain-lain ini paling besarnya diperoleh dari keuntungan penjualan hak untuk pendistribusian produk Spreads memakai merek dagang global, merek dagang lokal, daftar pelanggan Indonesia, dan aset tak berwujud lainnya ke PT Upfield Consulting Indonesia, dengan penghasilan Rp 2,6 triliun. Dimana perusahaan menjual brand Blue Band-nya.

Jadi karena penjualan tersebut membuat laba bersihnya naik tinggi tahun 2018, dan pada tahun 2019 penghasilan lain-lain tersebut hanya sedikit karena hanya berasal dari keuntungan selisih kurs, dengan hal ini membuat laba bersih tahun 2019 turun dibandingkan tahun 2018. Penurunan laba bersih ini terus berlanjut turun sampai tahun 2023 ini.

Kalau kita lihat tadi sejak 2017 kenaikan penjualannya sangat sedikit, dan dengan beban yang dimiliki perusahaan cukup besar, membuat laba bersihnya terus turun sejak tahun 2019, apalagi dengan semakin banyaknya pesaing bisa mempengaruhi penjualan perusahaan. Dan dengan adanya aksi boikot terhadap produk pro Israel juga menjadi salah satu pemicu penjualan perusahaan menurun tahun 2023 ini.

Jadi hal yang harus dikerjakan perusahaan kedepannya adalah kembali meningkatkan penjualannya diiringi dengan terus melakukan efisiensi terhadap bebannya, meskipun mungkin terlihat sulit karena banyaknya pesaing, namun hal ini perlu dilakukan perusahaan agar kinerjanya kembali meningkat.

Harga saham UNVR yang sudah turun 75,9% sejak mencapai puncak tertingginya menjadi penurunan harga saham yang sangat signifikan untuk perusahaan sebesar Unilever. Tahun 2024 ini harga saham UNVR sudah turun 20,6% ditutup di level Rp 2.800/lembar saham, yang menunjukkan valuasi PBV 31,59x dengan PER 22,25x. Kedua valuasi ini menjadi yang terendah sejak tahun 2013, hal ini sejalan dengan kinerja perusahaan yang terus menurun.

Dengan kinerja yang tidak bagus pada tahun 2023 kemarin, langkah apa yang akan dijalankan perusahaan tahun 2024 ini? Dari beberapa sumber berita yang kami peroleh, UNVR menganggarkan capex sebesar 2,4% sampai 2,5% dari total pendapatan tahun 2023. Estimasinya sekitar Rp 930 miliar – Rp 970 miliar. Kemudian Perusahaan kedepannya juga akan berfokus pada pertumbuhan jangka panjang dengan menjalankan lima prioritas strategis, diantaranya melakukan penguatan dan unlock potensi brand utama, melakukan perluasan portfolio ke premium dan value segment, membangun execution powerhouse, memimpin kapabilitas transformasional, serta menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai inti perusahaan.

Di luar itu, UNVR akan meningkatkan produktivitasnya yaitu melakukan penggantian mesin dengan kinerja yang lebih cepat. Manajemen juga mengungkapkan bahwa tahun ini UNVR menghadapi kendala dari kondisi geopolitik global.

 

Kesimpulan

Pada tahun 2024 ini UNVR sepertinya masih dalam kondisi yang kurang menguntungkan, apalagi dengan adanya aksi boikot produk pro Israel yang menurunkan tingkat pembelian konsumen. Jadi bagaimana menurutmu apakah kinerja UNVR tahun 2024 ini bisa kembali meningkat dibandingkan tahun sebelumnya?

            Bergabunglah dengan program Value Investing Mastery yang kami adakan, raih keuntungan maksimal di pasar modal dengan analisa saham yang tepat oleh mentor berpengalaman. Klik gambar di bawah ini untuk informasi selanjutnya.